Bioo - Berbagi Minat, Bakat, Karya & Prestasi Bioo - Berbagi Minat, Bakat, Karya & Prestasi
    Pencarian Lanjutan
  • Masuk

  • Modus siang
  • © 2026 Bioo - Berbagi Minat, Bakat, Karya & Prestasi from PT. Tadeka Musik Persada
    Tentang • Hubungi • Privacy • Ketentuan

    Pilih Bahasa

  • Indonesian

ETALASE UMKM

Produk Terbaru

Lagi

Mengeksplorasi postingan populer
ETALASE UMKM Lihat semua
Nena Mulyani
User Image
Seret untuk memposisikan ulang penutup
Nena Mulyani

Nena Mulyani

@Nenamulyani
MY BIOO
  • Linimasa
  • Mengikuti 4
  • pengikut 1
  • Foto
  • Video
  • Etalase
Nama saya nena mulyani umur 34 taun tinggi 150 berat badan 41
4 Mengikuti
1 pengikut
4 posting
Perempuan
35 tahun
Belajar di Smp
Tinggal di : Jawa Tengah
Terletak di : Tegal jawa tengah
image
Info Tambahan
Jenjang:
Nama Sekolah: SD kayu ambon
Nena Mulyani
Nena Mulyani
8 minggu

Setelah Putri kabur keluar dari rumah, berbagai macam pikiran datang menghantuinya. *“Sekejam ini kah dunia?”* batinnya.

Keesokan harinya, Putri angkat kaki dari rumah pamannya. Bersama ketiga adiknya, mereka pergi hanya bermodal tekad dan keyakinan. Mereka menyusuri setiap gang dan setiap jalan, sekadar untuk bertahan hidup dengan memunguti barang bekas. Panas dan hujan bukan lagi halangan—yang penting ketiga adiknya bisa makan kenyang.

Waktu berlalu cepat. Dua tahun sudah Putri menjalani profesi itu. Tubuh kecilnya yang selalu dibasahi keringat tak pernah lelah menelusuri jalan.

Sampai akhirnya tiba waktunya sang ayah keluar dari jeruji besi. Banyak orang mungkin mengira bahwa inilah akhir dari penderitaan Putri sebagai tulang punggung keluarga. Tetapi kenyataannya berbeda. Justru derita panjang baru akan dimulai.

Ada istilah, *“kasih sayang ibu segumpal gula, kasih sayang ayah segumpal beras.”* Tapi kenyataan tak selalu sesuai. Sang ayah bukan fokus menghidupi anak-anaknya, melainkan sibuk mencari pengganti istri yang telah tiada.

Singkat cerita, sang ayah bertemu seorang wanita yang kemudian menjadi ibu tiri bagi anak-anaknya. Sayangnya, ibu tiri tersebut hanya menerima sang ayah—tidak menerima anak-anaknya. Pernikahan tetap dilangsungkan, dan di situlah awal perpisahan saudara berempat.

Adik pertama merantau ke Ibu Kota.
Adik kedua merantau ke Kalimantan.
Adik ketiga merantau ke Indramayu.

Sementara Putri memilih menikah muda di usia 15 tahun.

Waktu terus berjalan. Rumah tangga yang Putri idamkan menjadi tempat bernaung tak berjalan mulus. Penuh liku dan batu kerikil yang menghambat. Kehamilan pun datang. Ya, Putri mengandung di usia yang masih sangat belia. Namun takdir lagi-lagi tak berpihak kepadanya. Putri kehilangan anak pertamanya pada usia kandungan tujuh bulan. Bayi itu hanya bertahan hidup selama tiga hari. Dunia terasa runtuh—gelap, sehancur-hancurnya.

Di tengah kehilangan yang begitu dalam, tak ada seorang pun yang bisa menjadi penopang untuk sekadar bersandar. Suami yang seharusnya menjadi tempat pulang justru sibuk dengan urusannya sendiri.

Setelah sepuluh tahun berusaha mempertahankan rumah tangga, akhirnya semuanya kandas.

Suka
Komentar
Bagikan
Nena Mulyani
Nena Mulyani
8 minggu

*CAHAYA YANG TUMBUH DARI LUKA*

Dulu, ia adalah seorang gadis kecil yang periang.
Penuh tawa, penuh kasih, dan selalu berlarian mengejar mimpi dengan semangat yang tak pernah habis.
Setiap detik baginya adalah kesempatan—kesempatan untuk tumbuh, berharap, dan menata masa depan yang ia bayangkan penuh warna.

Namun hidup ternyata tak selalu seindah bayangan seorang anak kecil.

Tahun 2004 menjadi titik awal perubahan besar dalam hidupnya.
Hari Jumat—hari yang seharusnya penuh berkah bagi banyak orang—justru menjadi hari paling kelam dalam hidup Putri kecil yang baru berusia 10 tahun itu.

Pada hari itulah, ibunda tercinta pergi selamanya.
Kepergian yang begitu cepat, tanpa sempat ia peluk lebih lama, tanpa sempat ia bilang bahwa ia butuh ibunya lebih dari siapa pun.

Putri, bersama tiga adiknya yang masih sangat kecil, kehilangan cahaya yang selama ini menerangi rumah mereka.
Duka itu masih menggantung, belum kering, bahkan belum genap satu minggu…
ketika satu kabar lagi meruntuhkan dunia kecil mereka:
Ayah yang mereka cintai harus masuk ke balik jeruji besi.

Dalam sekejap, empat anak yang masih sangat belia dipaksa dunia untuk tumbuh dewasa.
Putri kecil yang baru 10 tahun tiba-tiba harus memikul tanggung jawab yang tak seharusnya menjadi beban anak seusianya.
Ia belajar menelan rindu, menahan tangis, dan berdiri tegak meski lututnya gemetar.

Namun justru dari luka itulah lahir seorang perempuan yang kuat.
Luka yang dulu menenggelamkannya, kini menjadi alasan ia terus bertahan.
Ia tumbuh menjadi sosok ibu yang mungkin “kurang beruntung” menurut dunia, tetapi sangat kaya oleh pengalaman, keteguhan, dan cinta yang tak pernah habis untuk orang-orang yang ia sayangi. Ia tumbuh menjadi cahaya.

Ini bukan sekadar kisah sedih.
Ini adalah kisah tentang keberanian seorang anak kecil yang dipaksa kehilangan, namun tetap memilih bangkit dan meneruskan hidup.

Suka
Komentar
Bagikan
Nena Mulyani
Nena Mulyani
9 minggu

Di mulai dari kisahnya seorang gadis yg mempunyai begitu banyak mimpi tapi di penuhi dengan berbagai Lika liku kehidupan yg sangat sulit dan beban yg di tanggung di kehidupannya.
Taun 2004 merupakan awal pertama kehancuran kehidupan gadis yg baru berusia 10 taun.karena ibunda tercintanya meninggalkan untuk selama"nya dengan meninggalkan ketiga adiknya yg masih sangat kecil" yg masih butuh kasih sayang dari sosok seorang ibu dan keluarga lengkap
#fb silvie kiut

Suka
Komentar
Bagikan
Nena Mulyani
Nena Mulyani  mengganti foto profilnya
9 minggu

image
Suka
Komentar
Bagikan
Muat lebih banyak posting

Batalkan pertemanan

Anda yakin ingin membatalkan pertemanan?

Laporkan pengguna ini

Sunting Penawaran

Tambahkan tingkat








Pilih gambar
Hapus tingkat Anda
Anda yakin ingin menghapus tingkat ini?

Ulasan

Untuk menjual konten dan postingan Anda, mulailah dengan membuat beberapa paket. Monetisasi

Bayar Dengan Dompet

Peringatan Pembayaran

Anda akan membeli item, apakah Anda ingin melanjutkan?

Minta Pengembalian Dana